Senin, 05 Agustus 2019

BUKAN TRAH SOEKARNO, JOKOWI DINILAI SULIT MENJADI KETUA UMUM PDIP

Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno di Istana Merdeka selepas menyampaikan pidato hasil rekapitulasi akhir KPU mengenai Pilpres 2019 di Kampung Deret.
MAWAR4D2 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P ) akan mengadakan Kongres ke-5 untuk menunjuk Ketua Umum ( Ketum ) baru pada periode 2019-2024.Agen Togel

Masalah pergantian kepemimpinan PDI-P mencuat, dengan beberapa kandidat termasuk dua anak Megawati Soekarnoputri yaitu Puan Maharani dan Prananda Prabowo, maka ada juga kandidat potensial lainnya yaitu Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

Akan tetapi, peneliti politik senior, Centre for Strategic an International Studies ( CSIS ), J.Kristiadi menilai langkah Jokowi untuk menggantikan Megawati di kursi Ketum ( Ketua Umum ) PDI-P agak sulit.

Pasalnya, partai berlambang moncong putih tersebut sudah terbiasa akan sosok Presiden Republik Indonesia Pertama, Sukarno. Dengan demikian, kepemimpinan PDI Perjuangan sulit lepas dari trah Soekarno.

" Beda, PDI Perjuangan adalah partai politik yang punya suatu mitologi yang bernama Bung Karno. Mitologi ini sekarang bisa dibawa ke dalam proses kepemimpinan," katanya di Kantor Sindikat Para, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat ( 02/08/2019 ).Bandar Togel

Meskipun pertandingan identik dengan ras Soekarno, Jokowi masih memiliki kesempatan untuk memenangkan pemilihan ketua umum PDI-P. Karena, katanya Jokowi bisa menampung politikus PDI Perjuangan dan pemimpin di tubuh partai tidak harus dilanjutkan oleh keturunan Bung Karno.

" Pada kenyataannya, orang-orang yang Soekarnois, bukan soal urusan keturunan biologis, tetapi mereka juga bisa menjadi produk ideologis dari Bung Karno," katanya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat menghadiri acara perayaan hari ulang tahun PDIP ke-46 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. HUT PDIP ke-46 menjadi puncak konsolidasi ideologi, organisasi, politik, dan konsolidasi kader partai untuk memenangkan partai di pemilihan legislatif dan juga memenangkan pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin di pemilihan presiden 2019.
Di sisi lain, ia juga menganggap Puan Maharani dan Prananda akan sulit untuk menggantikan posisi Megawati karena ketua PDI-P terlalu karismatik. Menurutnya, ini membuat PDI-P belum melakukan pergantian kepemimpinan.

 " Ibu Megawati itu sangat berkarismatik, karena dia sudah berpengalaman lama, dan begitu banyak posisi yang dipegang," terang dia di kantor para Sindikat, Jakarta Selatan, Jumat ( 02/08/2019 ).Bandar Togel Terbesar

Dia memperkirakan bahwa dalam kongres V PDI-P di Bali pada 8-11 Agustus 2019, sudah hampir dipastikan kongres tersebut hanya akan mengabadikan kepemimpinan Megawati di PDI Perjuangan selama 5 tahun ke depan.

Pergantian dalam tubuh PDI-P, kata Kristiadi, hanya persoalan waktu. Umumnya pergantian dalam pertai politik terjadi secara alami.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, dalam partai yang punya sejarah ideologi maupun ketokohan yang cukup kuat seperti PDI Perjuangan.

" Apa yang disebut pergantian adalah suatu keharusan, kalau ibu Mega ingin Kaderisasi atau regenerasi, bisa secara parsial dulu,"terang dia.Situs Togel Terbaik
#sumber

1 komentar:

" MAMA DAN PAPA DI PAPUA JANGAN KHAWATIR, KAMI DI SURABAYA AMAN "

Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya, Piter Frans Rumaseb, di Mapolda Jatim Senin (19/8/2019) MAWAR4D2 - Ketua ikatan keluarga Be...